Tampilkan postingan dengan label Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan

Merancang Sistem dan Jaringan Komputer yang Aman

Tujuan merancang sistem dan aringan komputer yang aman adalah

1.    Mencegah hilangnya data
2.    Mencegah masuknya penyusup

Bagian / Lapisan Keamanan

1. Lapisan Fisik :
-   membatasi akses fisik ke mesin :
  • akses masuk ke ruangan komputer
  • penguncian komputer secara hardware
  • keamanan BIOS
  • keamanan Bootloader
  • back-up data :
  • pemilihan piranti back-up
  • penjadwalan back-up
-   mendeteksi gangguan fisik :
-   log file : Log pendek atau tidak lengkap, Log yang berisikan waktu yang aneh, Log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, Catatan pelayanan reboot atau restart, Log yang hilang, masukan suatu atau login dari tempat yang janggal
-    mengontrol akses sumber daya.

2. Keamanan lokal
Berkaitan dengan user dan hak-haknya :
•    Beri mereka fasilitas minimal yang diperlukan.
•    Hati-hati terhadap saat/dari mana mereka login, atau tempat seharusnya mereka login.
•    Pastikan dan hapus rekening mereka ketika mereka tidak lagi membutuhkan akses.

3. Keamanan Root
  • Ketika melakukan perintah yang kompleks, cobalah dalam cara yang tidak merusak dulu, terutama perintah yang menggunakan globbing: contoh, anda ingin melakukan "rm foo*.bak", pertama coba dulu: "ls foo*.bak" dan pastikan anda ingin menghapus file-file yang anda pikirkan. 
  • Beberapa orang merasa terbantu ketika melakukan "touch /-i" pada sistem mereka. Hal ini akan membuat perintah-perintah seperti : "rm -fr *" menanyakan apakah anda benar-benar ingin menghapus seluruh file. (Shell anda menguraikan "-i" dulu, dan memberlakukannya sebagai option -i ke rm).
  • Hanya menjadi root ketika melakukan tugas tunggal tertentu. Jika anda berusaha mengetahui bagaimana melakukan sesuatu, kembali ke shell pemakai normal hingga anda yakin apa yang perlu dilakukan oleh root.
  • Jalur perintah untuk pemakai root sangat penting. Jalur perintah, atau variabel lingkungan PATH mendefinisikan lokal yang dicari shell untuk program. Cobalah dan batasi jalur perintah bagi pemakai root sedapat mungkin, dan jangan pernah menggunakan '.', yang berarti 'direktori saat ini', dalam pernyataan PATH anda. Sebagai tambahan, jangan pernah menaruh direktori yang dapat ditulis pada jalur pencarian anda, karena hal ini memungkinkan penyerang memodifikasi atau menaruh file biner dalam jalur pencarian anda, yang memungkinkan mereka menjadi root ketika anda menjalankan perintah tersebut.
  • Jangan pernah menggunakan seperangkat utilitas rlogin/rsh/rexec (disebut utilitas r) sebagai root. Mereka menjadi sasaran banyak serangan, dan sangat berbahaya bila dijalankan sebagai root. Jangan membuat file .rhosts untuk root.
  • File /etc/securetty berisikan daftar terminal-terminal tempat root dapat login. Secara baku (pada RedHat Linux) diset hanya pada konsol virtual lokal (vty). Berhati-hatilah saat menambahkan yang lain ke file ini. Anda seharusnya login dari jarak jauh sebagai pemakai biasa dan kemudian 'su' jika anda butuh (mudah-mudahan melalui ssh atau saluran terenkripsi lain), sehingga tidak perlu untuk login secara langsung sebagai root.
  • Selalu perlahan dan berhati-hati ketika menjadi root. Tindakan anda dapat mempengaruhi banyak hal. Pikir sebelum anda mengetik!
4. Keamanan File dan system file
  • Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah system seperti partisi, perubahan device dan lain-lain.
  • Lakukan setting limit system file.
  • Atur akses dan permission file : read, writa, execute bagi user maupun group.
  • Selalu cek program-program yang tidak dikenal
5. Keamanan Password dan Enkripsi
  • Hati-hati terhadap bruto force attack dengan membuat password yang baik.
  • Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan.
  • Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver.
6. Keamanan Kernel
  • Selalu update kernel system operasi.
  • Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi.
7. Keamanan Jaringan
  • Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet.
  • Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data
  • Verifikasi informasi DNS
  • Lindungi network file system
  • Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan eksternal

Keamanan Jaringan

Tujuan utama dari keamanan ini adalah untuk mencegah kriminal komputer dan hilangnya data.
  
Keamanan Fisik
Penekanan utama dari keamanan fisik adalah untuk mencegah akses yang tak berhak ke ruang komunikasi, pusat kontrol jaringan atau peralatan komunikasi.

Enkripsi
Dengan banyaknya jaringan yang menggunakan relay satelit dan mikrowave untuk transmisi data, maka setiap orang dengan antena dapat mendapatkan transmisi dan mempunyai akses ke data yang ditransmisikan. Salah satu metode untuk mengamankan informasi yang ditransmisikan melalui gelombang udara dan bahkan untuk data yang ditransmisikan melalui kawat, disebut enkripsi atau ciphering.
Identifikasi Pemakai dan Password

User identification (ID) atau identifikasi pemakai dan password adalah sistem pengamanan yang paling terkenal dalam jaringan, walaupun ia mudah rusak. ID pemakai biasanya diberikan oleh manajer jaringan pada waktu profil pemakai dimasukkan ke dalam jaringan. Password biasanya tergantung pada kebijaksanaan pemakai.

Kontrol Lokasi dan Waktu
Waktu dan lokasi akses pemakai ke jaringan dapat dikontrol oleh mekanisme software dan hardware. Kontrol waktu dijalankan pada individu dengan adanya profil pemakai dalam jaringan yang menentukan interval hari dan waktu selama pemakai dapat mengakses sistem. Kontrol lokasi dijalankan dengan adanya profil terminal.

Terminal Pengubah dan Akses Penyambungan
Bagian pengamanan dalam jaringan yang paling mudah ditembus adalah terminal pengubah yang memungkinkan akses dial-in. Untuk meningkatkan keamanan terminal pengubah dengan akses dial-in, ia harus hanya dioperasikan selama waktu ketika transaksi dimungkinkan, bukan dioperasikan selama 24 jam per hari.

Audit Log
Log transaksi adalah aspek yang penting dalam keamanan jaringan. Setiap usaha login harus dicatat, termasuk tanggal dan waktu usaha tersebut, ID pemakai dan password yang digunakan.

Virus
Virus komputer adalah program komputer yang dapat dijalankan, yang memperbanyak atau menyebarkan dirinya sendiri dengan menggunakan program lain sebagai carrier.